Stop menghujat kegelapan, nyalakan lilinmu! Indonesia BISA

12 Nov 2010


Buat yang baca post ini, tolong cam kan dulu bahwa tulisan ini tidak dimaksudkan untuk SARA. Jadi yang masih punya close mindset mending gak usah baca daripada sakit hati. Tulisan ini saya buat berdasarkan logika pemikiran saya dan bukan post berbayar.

Beberapa hari terakhir ini banyak berita yang memberitakan tentang pro dan kontra kedatangan presiden Obama ke Indonesia. Pada awalnya sih saya cuek saja, habisnya berita ada kalangan masyarakat yang menolak keras kedatangan Obama di Indonesia memang selalu muncul setiap kali diberitakan Obama mau datang (yang memang tertunda 2x). Namun keinginan saya untuk menulis tentang kedatangan presiden Obama sebagai tanggapan terhadap statement penolakan atas Obama ini muncul begitu saya tengah malam membaca status facebook dari salah seorang kawan saya.

Di statusnya, teman saya itu menuliskan 3 status berturut2. Saya nggak akan copy-paste statusnya disini, tapi hanya akan menuliskan poin2nya saja. Diawali dengan poin bahwa AS itu telah membunuhi saudara2 seimannya di Timur tengah dan karenanya rakyat Indonesia seharusnya menolaknya. Dilanjutkan dengan poin kedua yang menyatakan bahwa kerjasama komprehensif antara Indonesia-amerika lebih bakal jadi perampokan atas negeri ini dan masuknya bibit2 kerusakan moral, karena itu bukankah aneh bila kita menerima presiden dari negeri penjajah. Diakhiri dengan poin bahwa bila Obama berpidato pada 10 November yang adalah hari pahlawan, maka sama saja bangsa ini memberi kesempatan pada penjajah untuk menginjak harga diri bangsa ini, yang mana kemerdekaannya sudah diraih oleh pejuang2 kemerdekaan.

Saya sendiri memang sejak awal cukup mendukung kerjasama IND-US ini, apalagi diawali dengan kesediaan presiden Negara adi kuasa itu untuk mampir ke IND. Bukan saya mengagungkan AS, saya disini hanya mengakui bahwa AS adalah Negara yang memang jauh lebih maju dibandingkan dengan IND.
Karena itulah lewat post ini saya akan membeberkan pemikiran saya dan dasar yang saya punya untuk mendukung terjadinya kerjasama IND-US ini.

1. Poin Perekonomian
Dari segi perekonomian, kondisi yang ada adalah ternyata nggak sedikit rakyat IND yang bisa makan karena peran serta US langsung maupun tidak langsung. Banyak eksportir produk baju, kerajinan, dan consumer good lainnya ke US.
Saat ini apabila US bersedia membantu perekonomian Indonesia, maka akan semakin banyak pertumbuhan ekonomi yang seharusnya bisa terjadi, itu bila para abdi rakyat tidak serakah menumbuhkan ekonomi pribadinya a.k.a rekening pribadi.

2. Poin Sejarah

Dalam komen2 saya di statusnya dia,sempat disinggung mengenai sejarah dan track record AS sebagai Negara penjajah dimana ada banyak korban berjatuhan di Timur Tengah dan berapa banyak Negara yang dibantu AS tapi malah terlilit hutang. Semua karena rayuan dari AS untuk membantu Negara berkembang. Weits…kok kesannya jadi nyalahin AS atas terjadinya kerusakan nurani penguasa jaman itu? Menurut saya, Negara membantu memang pasti ada keuntungan yang di harapkan sebagai timbal baliknya, tapi menurut saya bahwa kondisi hutang IND saat ini itu adalah kesalahan pemerintah jaman itu yang kehilangan integritas mereka. Jika saja mereka lurus dan tidak lena oleh duit (hutangan) maka pastinya kondisi IND hari ini tidak akan seperti ini.
MAsalah pelanggaran HAM, bukan Cuma AS yang melanggar HAM. Coba tengok sejarah kelam bangsa ini yang coba disembunyikan dengan memodifikasi sejarah versi buku diktat. :)

3. Poin Pertahanan dan Keamanan

Ada anggapan yang entah darimana munculnya bahwa kerjasama komprehensif itu adalah perampokan. Menurut saya ini adalah anggapan yang kurang tepat, kenapa? Karena dalam proyek kerjasama itu sebenarnya ada keuntungan non materiil yang bisa kita ambil dari AS, yaitu adalah BELAJAR. Belajar keprofesionalitas an mereka, belajar manajemen mereka, belajar teknologi mereka, dan banyak lagi. Kalaupun sebenarnya AS hendak merampok negeri ini, pastinya akan sangat gampang bagi mereka, banyak pasti negara2 yang mau ikutan jadi sekutu merampok kekayaan Negara ini. Gak perlu pake diplomasi segala, di bom atom hancur sudah. Hankam kita belum siap untuk itu.

4. Poin Nasionalisme dan Hari Pahlawan
Sebenarnya pertamanya aku juga bingung bagaimana agenda pidato di hari kedua kunjungan Obama ini bisa disambungkan dengan memaknai hari pahlawan. Bila harga diri bangsa yang ditinggikan, sekalian saja tinggikan, jangan sekadar melarang Obama pidato di tanggal itu. Lagipula, saya yakin kok, sebenarnya para pahlawan itu cita2nya nggak sebatas MERDEKA, tapi juga MAJU DAN SEJAHTERA. Dan untuk bisa maju, sebagai Negara yang masih berkembang, kita memang masih perlu banyak sekali belajar dari Negara maju.
Berikut ini ada beberapa kisah lucu yang saya temui dari kalangan orang2 yang menolak AS:
- bangga bila ada putra IND yang direkrut kerja oleh lembaga2 maju di AS (mulai dari NASA sampai di hollywood-Disney Pixar) kenapa bangga kalo anti…?karena bawah sadarnya mengakui bahwa disana orang2 hebat mendapat kesempatan untuk berkarya,jadi mereka bangga karena putra bangsa ini punya kualitas yang bisa masuk dan berkarya di ‘kalangan hebat’.
- mereka yang menolak AS tapi justru kecanduan berbahasa inggris,kecanduan enaknya globalisasi, kecanduan chicken soup for the soul, kecanduan Oprah winfrey, kecanduan facebook,twitter,yahoo, ym, google..film2 hollywood, dan pengen dapet beasiswa ke luar negeri.
- mereka yang menolak amerika tp nabung mati2an demi beli blackberry,iphone,ipad, macbook,dkk.
See? Hari ini bangsa ini perang bukan perang pake bambu runcing, tapi perangnya perang logika.. Membawa Indonesia pada pentas dunia harus diawali dengan kita mengenali medan perang kita.

5. Poin Budaya
Ada kekhawatiran bahwa ideologi, pemikiran, dan budaya barat bakal masuk. Tanggapan saya adalah, budaya barat nggak semuanya buruk. Budaya barat yang positif, jika digabungkan dengan adat timur kita yang positif juga, tentunya akan membawa hasil yang baik. Generasi yang baik. Dan, kalo kita udah punya filter, udah yakin kalo filter kita itu benar, maka pegang teguhlah filter itu.

Yah ini sekedar sharing dari sudut pandang saya yang merindukan generasi umat manusia bisa bergandengan tangan tanpa memandang suku, agama, ras, kebangsaan, kewarganegaraan, dkk nya bisa bersama2 menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik untuk ditinggali manusia. Ngapain juga musti terlalu mengkotak2an berdasarkan suku,agama,kebangsaan,dkk..toh dunia bentar lagi kiamat.. :)

Buat saya nasionalisme berarti adalah saya bangga bila melihat indonesia bisa berjalan di pentas dunia, tanpa kehilangan identitas bangsanya. :)
Dan peran apa yang bisa diambil masing2 individu? Satu, pupuk dan bangun integritas dalam diri dan lingkungan manapun kita ditempatkan. Dua, daripada menghabiskan waktu menghujat penjajah lebih baik habiskan waktu untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya globalisasi. Biar pas itu datang, kita bisa maju, bukan malah terpukul mundur dan kalah. Percayalah Indonesia pasti bisa jika anda mau menyalakan lilin daripada menghujat kegelapan. :)
Setidaknya, berpikirlah bahwa ada orang2 yang malah akan anda untungkan untuk tampil dengan image pahlawan jika anda hanya berdiri di poin menghujat kegelapan.


TAGS Logika thought


-

Author

Follow Me