Apatis?

16 Nov 2010

Akhir2 ini media2 Indonesia sedang ramai memberitakan bapak yang jayus itu. Namanya sih Gayus. Pasalnya ‘alat’ korupto2 kakap di Indonesia ini kini telah menuai satu prestasi lagi.

Buat anda yang belum tahu, nih gambarnya, sumber dari Paman Google:

koleksi-wig-gayus

Yup! Prestasi baru pak pegawai pajak ini adalah membongkar jaringan dulang-dulangan antara Napi dan Pejabat “penegak’ Hukum. Bukan main yah pegawai pajak ini..rasanya saya pengen punya Death Note gitu pas liat dia cengar-cengir di tv..

Sebagai seorang yang tidak terlalu tahu politik,dan tidak terjun langsung disana saya sudah kehabisan kata2 melihat lagi2 bobrok dan bobrok aja yang diberitakan di media. Tapi disisi lain, disinilah saya semakin salut sama kekuatan media. Ia bisa membentuk opini publik, memberikan pencerahan, atau justru membawa pada makin banyaknya rakyat yang apatis sama politik dan pemerintah. Ia juga bisa membuat rakyat maupun pemerintah bertindak. Demo, ataupun penertiban instansi. Sayangnya, seringkali yang membuat saya hampir apatis pada negeri ini adalah media selalu menjadi gerbang awal penertiban. Seolah2, kalau kasus yang sudah mewabah di masyarakat ini belum diangkat di media nasional, maka kasus ini tak ada. Kasus suap Gayus ini misalnya. Banyak kali sudah terjadi di daerah2. Keluarga napi tak boleh menjenguk napi kalau belum bayar, lolosnya narkoba ke dalam penjara, dan yang paling hebat: makin kaya seseorang, makin singkat masa tahanannya.

Saya sudah hampir menjadi orang yang apatis memang, tapi hanya sebatas hampir. Artinya saya masih punya harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Apa alasan saya tidak mau larut dalam kekecewaan dan apatisme? Karena kalau saya larut, saya tak akan bisa melakukan ‘edukasi politik sehat’ pada sekitar saya. Dan dampaknya adalah: makin banyak orang yang apatis, makin banyak pula orang yang buta politik. Dan, kebutaan masyarakat akan politik inilah yang menjadi alasan terkuat bagi para penguasa dan pejabat sekarang untuk makin dalam menancapkan budaya2 yang tidak benar itu. Misalnya KKN, dll.. Karena bila itu terjadi, rakyat tidak akan makin baik, tapi makin jadi sirloin steak nya penguasa.

Bagaimana denganmu?


TAGS


-

Author

Follow Me